BRC – Toba Samosir

Brotherhood & Safety Riding is Our Priority

Archive for the ‘Safety Riding’ Category

Denda Sidang Tilang di Pengadilan

Posted by Bambang Irwanto pada 14 Oktober 2012

Untuk denda lalu lintas, yang menjadi acuan adalah Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (“UU 22/2009”). Untuk pelanggaran terhadap rambu jalan, sanksinya diatur dalam pasal 287 ayat (1) UU 22/2009, yaitu:

“Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang melanggar aturan perintah atau larangan yang dinyatakan dengan Rambu Lalu Lintas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (4) huruf a atau Marka Jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (4) huruf b dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah).”

Jadi, untuk pelanggaran rambu lalu lintas sanksinya adalah denda maksimal Rp500 ribu atau pidana kurungan maksimal dua bulan. Dengan demikian, sudah benar denda yang dikenakan kepada Anda.

Adapun Surat Keputusan Wakil Ketua Pengadilan Tinggi DKI Jakarta No.697/Pen.Pid/2005/PT.DKI tanggal 1 Oktober 2005 tentang Tabel Pelanggaran dan Uang Titipan, mengatur mengenai denda titipan untuk pelanggaran lalu lintas. Jadi, keberlakuannya adalah untuk denda titipan, yang dibayarkan langsung ke bank yang ditunjuk. Denda titipan merupakan salah satu opsi penyelesaian pelanggaran lalu lintas untuk pelanggar yang tidak dapat hadir pada sidang. Dalam hal pelanggar tidak dapat hadir ke sidang, maka pelanggar dapat menitipkan denda kepada bank yang ditunjuk oleh Pemerintah (lihat pasal 267 ayat [3] UU 22/2009). Bukti penitipan denda tersebut kemudian dilampirkan dalam berkas bukti pelanggaran (lihat pasal 267 ayat [5] UU 22/2009). Jadi, denda titipan ini diberikan sebelum sidang, bukan dibayarkan pada saat sesudah sidang seperti yang Anda alami.

Pasal 267 ayat (4) UU 22/2009 menyebutkan bahwa jumlah denda yang dititipkan kepada bank sebagaimana dimaksud pada pasal 267 ayat (3) adalah sebesar denda maksimal yang dikenakan untuk setiap pelanggaran Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Jadi, acuan mengenai denda titipan ini adalah pada UU 22/2009, bukan lagi pada SK Wakil Ketua PT DKI tersebut.

Dasar hukum:

Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan

Iklan

Posted in Berita, Lalu Lintas, Safety Riding | Leave a Comment »

Testimoni Kecelakaan, Pertolongan Pertama Menentukan!

Posted by Bambang Irwanto pada 11 Desember 2011

Beberapa waktu lalu MOTOR Plus membahas pentingnya penanganan awal korban kecelakaan. Kali ini, kami mendapatkan pencerahan langsung dari korban kecelakaan yang kebetulan seorang dokter spesialis bedah paru dan pembuluh darah rumah sakit Persahabatan, Jakarta Timur, Dokter Susan Hendrini. Bu dokter hampir mengalami salah pertolongan pertama yang bisa berakibat fatal untuk dirinya.

Pada 21 Mei 2011 lalu, dokter yang belum pernah dibonceng motor ini, terpaksa harus dibonceng karena ada pasien yang harus segera mendapat pertolongan. Tetapi di perjalanan, motor yang diboncenginya ditabrak dari belakang. “Hampir tidak terlihat luka dari luar. Saya hanya merasakan punggung terasa sangat nyeri,” lanjut dokter ramah ini.

Masyarakat sekitar yang membantu korban awalnya buru-buru menolong dengan memindahkan korban ke tempat aman. “Mereka langsung pegang tangan dan kaki saya untuk diangkat ke pinggir jalan. Tapi saya stop, karena saya merasakan sakit di punggung. Lalu saya minta mereka ikuti instruksi saya untuk mengangkat. Saya minta dicarikan papan untuk menyangga punggung. Karena tidak ada, saya minta 6 orang atau lebih, dengan tangan menyangga tulang belakang untuk menjaga tulang belakang tetap lurus lalu mengangkat ke tempat aman,” tambah istri Kapten Inf. Syahril, SE ini.

Baca entri selengkapnya »

Posted in Safety Riding | Leave a Comment »

Atur Kaca Spion Sebelum Berkendara

Posted by Bambang Irwanto pada 27 Agustus 2011

Kaca spion bukan cuma hiasan motor! Bukan juga sekadar pelengkap agar tidak melanggar aturan! Ini komponen pendukung kedua yang perlu diseting agar berkendara jadi aman. Terserah model apapun kaca spion sampeyan, mengatur arah cerminnya lebih utama.

Menyetelnya mudah. Awalnya, posisikan motor dengan standar ganda. Ini mengacu pada posisi tegak saat berkendara di jalan raya. Duduklah dan pegang setang dengan mata terpejam agar badan menemukan posisi yang nyaman di atas motor.

Setelah duduk nyaman, buka mata, lalu mulai atur posisi cermin spion. Atur agar dari cermin bisa melihat sisi samping yang terdekat motor hingga terjauh.

Lakukan hal sama untuk mengatur arah spion kiri. Ingat, usahakan sebanyak mungkin spion menampilkan kondisi di samping dan belakang. Dengan begitu, kita bisa melihat kondisi jalanan lebih jelas. Dan, berken-dara jadi lebih aman.

Posted in Safety Riding | Leave a Comment »

Mengapa Peraturan Begitu Sulit Untuk Dipatuhi

Posted by Bambang Irwanto pada 14 Mei 2011

By. TheGuh Black Gothenz

Dari hari ke hari pelanggaran rambu-rambu lalu lintas semakin memprihatinkan. Selain bisa kita amati sendiri perkembangannya setiap hari, kecenderungan berkurangnya ketertiban pengguna jalan bisa kita lacak dari maraknya surat-surat pembaca di media massa yang isinya mengeluhkan keadaan ini.

Peraturan pada dasarnya dibuat dengan tujuan untuk mempermudah kehidupan manusia. Coba kita bayangkan bila di jalanan tidak ada peraturan, tidak ada rambu-rambu lalu lintas, dapat dipastikan setiap pengguna jalan akan berbuat seenaknya sendiri tanpa mau mengindahkan kepentingan orang lain.

Setelah peraturan dibuat ternyata tidak ada jaminan bahwa peraturan tersebut akan dipatuhi. Coba kita lihat kondisi di Indonesia. Rambu-rambu lalu lintas seakan hanya menjadi hiasan yang tidak memiliki makna apa-apa. Praktis hanya lampu lalu lintas saja yang di patuhi, itupun pada ruas jalan tertentu saja. Perilaku yang tidak tertib ini diperparah dengan pertambahan jumlah kendaraan yang sulit dibendung sementara jumlah pertambahan ruas jalan tidak mampu mengimbanginya. Baca entri selengkapnya »

Posted in Berita, Lalu Lintas, Safety Riding | Leave a Comment »

Tips Aman Nyalip, Diatas 60 km/jam Sediakan Jarak 10 Meter

Posted by Bambang Irwanto pada 14 Mei 2011

Perhatikan kendaraan didepan dan belakang

Mendahului kendaraan lain merupakan hal yang biasa dan sering kita lakukan. “Menyalip di jalan harus memperhatikan beberapa hal. Apalagi ketika pergi jauh seperti turing,” pesan Made Surya, instruktur Safety Riding dari PT Astra Honda Motor (AHM).

Tactics menyalip sering dipraktikan oleh brother. Dari sana bisa diambil beberapa intisari, “Hal-hal apa saja yang harus dan yang boleh serta tidak boleh dilakukan ketika hendak mendahului kendaraan lain,” bilang Made Surya yang berperawakan tinggi besar ini.

Baca entri selengkapnya »

Posted in Berita, Klub dan komunitas, Safety Riding | Dengan kaitkata: , , , , , | Leave a Comment »