BRC – Toba Samosir

Brotherhood & Safety Riding is Our Priority

Manajemen Turing Berhitung Waktu Dan Jauh Perjalanan

Posted by Bambang Irwanto pada 10 Mei 2011

Mengatur waktu rehat, berhitung kilometer yang ditempuh harus dipersiapkan serapi mungkin. Selamat sampai tujuan jadi perhatian utama. Gas!

Faktor Waktu
Salah memilih jam berangkat atau pulang bisa fatal. Brothers wajib memprediksi secara tepat, waktu yang akan dihabiskan dalam perjalanan. Kapan perkiraan sampai di event dan terakhir jam ideal untuk berangkat pulang hingga sampai di kota asal.

0 – 100 km
Biasanya untuk perjalanan turing dekat ini, bisa dilakukan seharian. Berangkat umumnya pagi, sampai di acara event siang. Sebab, perjalanan 2-3 jam sudah cukup dan santai.

Menjelang malam acara bubar. Sampeyan bisa langsung pulang atau kalau memang punya niat menginap jauh lebih baik sambil hangout dulu di kota yang dituju, menikmati kuliner barulah mengunjungi lokasi.

0 – 200 km
Turing kategori sedang ini tidak mungkin ditempuh dalam waktu seharian. Minimal 2-3 hari. Katakan acara ramainya Sabtu malam. Minimal berangkat Sabtu pagi dan pulang Minggu siang atau sore, setelah cukup waktu istirahat kelar begadang malam Minggunya.

0 – 300 km
Untuk yang turing di atas 300 km, rombongan harus berhitung jeli terutama faktor ketahanan fisik rata-rata. Jangan memaksakan pulang teburu-buru dengan alasan tempat asal yang jauh. Perjalanan ini biasanya ditempuh 3-4 hari pulang pergi. Ingat, lebih baik terlambat sedikit ketimbang memaksakan diri. Hati-hati, sudah banyak nyawa melayang dalam turing jauh, terutama saat perjalanan pulang.

Faktor Fisik
Ahli medis sepakat jika rider wajib istirahat setelah sekurangnya 2 jam riding non stop. Lebih dari itu, ketahanan fisik menurun. Jadi kurang waspada dan berpotensi bahaya. Memaksakan diri bisa berbahaya!

0 – 100 km
Perjalanan santai, waktu ditempuh kira-kira 60 menitan non stop. Bagi para turing mania, perjalanan sejauh 100 km bisa dibilang tidak terlalu menguras tenaga.

Waspadai kalau kepergian untuk event biker. Di lokasi pesta biker bisa membuat fisik ngedrop. Apalagi jika ditempuh seharian pulang pergi.

0 – 200 km
Perlu pengaturan waktu istirahat. Biasanya 30 menit setelah 1,5 jam riding. Jika turing bareng, road captain harus ‘memaksa’ semua anggotanya rehat sejenak. Saat pulang, biasanya pesta biker dilakukan malam hari, silakan pulang di Minggu pagi menjelang siang kira-kira pukul 10.00 WIB setelah istirahat cukup

0 – 300 km
Perjalanan jauh ini rombongan kudu santai. Dituntut fisik prima karena perjalanan bisa mencapai 2-3 hari plus menghadiri acara biker. Dalam kondisi ekstrem, kekurangan cairan bisa menyerang kesadaran pengendara. Perlu menyediakan cairan pengganti agar tubuh tidak kekurangan.

Di atas 300 km
Lelaku riding di atas 300 km benar-benar butuh kesiapan mental dan fisik. Pengaturan waktu perjalanan juga harus benar-benar prima. Perjalanan bisa dilakukan bertahap. Dari 0-100 km, istirahat rehat dan enjoy. Setelah segar diteruskan lagi. Seiap kota yang disinggahi harus dinikmati dan jangan terpatok pada tujuan kita.

Dari situ fisik dan daya tahan tetap terjaga. Jefrey Polnaja mewanti agar kita jangan sampai kekurangan oksigen. “Kondisi mengantuk adalah salah satu indikasi kurangnya oksigen di otak, paling baik berhenti beristirahat atau buka kaca helm, menghirup oksigen sebanyak-banyaknya. Dalam jarak jauh, baiknya jeli memilih tempat istirahat. Usahakan cari tempat sejuk dan banyak pohon. Di tempat kandungan oksigen banyak, jangan berhenti di pinggir jalan yang banyak polusi,” katanya. (motorplus-online.com)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: