BRC – Toba Samosir

Brotherhood & Safety Riding is Our Priority

Standar Konvoi

Posted by Bambang Irwanto pada 30 April 2011

Ini adalah panduan sederhana tentang konvoi tapi lebih baik kita sebut sebagai penyeragaman atau standarisasi konvoi supaya ritme touring mudah dibentuk, terhindar dari kesan arogan dan tetap tidak mengganggu hak orang lain, yang paling penting dan perlu diingat adalah konvoi touring biker adalah bukan konvoi VVIP.

  • motor dalam keadaan baik secara keseluruhan
  • mental dan fisik biker maupun boncenger dalam keadaan fit secara keseluruhan
  • patuhi semua standar SAFETY RIDER… Lihat Selengkapnya
  • datang tepat waktu baik di start point ataupun di meeting point
  • masuk dalam klotur (kelompok touring) yang telah ditentukan

I. TATA CARA PEMBERANGKATAN :

Hal ini berlaku untuk setiap pemberangkatan baik dari start point dan setiap stop point (check point, emergency stop, dll) yang ditentukan oleh RC (road captain)

  • RC memberikan tanda siap berangkat dengan menghidupkan mesin motornya dan memposisikan motornya sebagai RC (terdepan)
  • peserta mengikuti dengan membentuk barisan 1 (satu) kolom dan ditutup oleh Sp (sweeper)
  • RC memberikan tanda akhir siap berangkat (lihat hand code) diikuti oleh peserta yang sudah siap
  • Sp memberikan tanda konfirmasi siap berangkat kepada RC (lihat horn code)

II. TATA CARA KONVOI :

  • dibagi dalam beberapa klotur dengan maksimum peserta 40 motor per klotur
  • tidak membentuk garis lurus dengan motor didepannya
  • posisikan motor lebih ke kanan atau ke kiri terhadap motor didepan untuk memberikan jarak menghindar bila terjadi pengereman mendadak
  • atur jarak aman sesuai kecepatan
  • pastikan kecepatan tidak melebihi 80 kpj
  • tidak melanggar lampu merah
  • teruskan pesan hand code (kode tangan) dan foot code (kode kaki) kepada peserta dibelakang
  • nyalakan lampu penerang jalan (lampu dekat)
  • hidupkan lampu hazard (opsional)
  • tidak menggunakan lampu strobo ataupun flip-flop
  • tidak menggunakan sirine ataupun pengeras suara
  • tidak membunyikan klakson terhadap hal yang tidak perlu atau sudah diwakili oleh RC
  • tidak saling mendahului
  • pendengaran tetap dominan terhadap kondisi sekitar
  • usahakan selalu dan tetap tenang
  • tidak meninggalkan peserta yang mengalami masalah (troble) dijalan

III. TATA CARA DI LAMPU LALU LINTAS (LALIN) ATAU DI PERSIMPANGAN :
– RC mengurangi kecepatan terutama saat lampu menyala kuning untuk menghindari putusnya konvoi
– tetap dalam konvoi kecuali ditentukan lain oleh RC
– tidak menerobos lampu merah sekalipun konvoi harus terputus

IV. TATA CARA KONVOI TERPUTUS :
– Sp memberikan pesan horn code (kode klakson)
– RC mengurangi kecepatan
– setelah bebas dari hambatan, peserta yang terputus bersama Sp
mengejar konvoi dalam kecepatan aman max. 80 kpj
– setelah semua bergabung kembali Sp kembali memberikan horn code

V. TATA CARA MENGHALAU PENYUSUP :
– maksimalkan jarak motor dengan motor didepannya sesuai kecepatan
– berikan tanda dan berikan jalan untuk mendahului kepada calon dan penyusup
– Sp berusaha mengeluarkan penyusup dengan cara-cara yang baik

VI. TATA CARA PESERTA MENGALAMI MASALAH :
– peserta berikan tanda darurat mohon berhenti jika memungkinkan
– RC memberhentikan konvoi
– Sp advice RC bila tidak mengetahui
– Sp atau salah satu peserta memberi tanda kepada klotur berikut
– tidak meninggalkan peserta dijalan dalam situasi apapun
– tidak meninggalkan peserta sendirian atau lebih baik lagi pending klotur

VII. BILA TERJADI KECELAKAAN MINOR INJURED :
# Sp memberikan tanda kepada klotur berikutnya untuk tidak berhenti
# korban dirawat sementara
# bawa korban ke balai pengobatan terdekat bila perlu

VIII. BILA TERJADI KECELAKAAN MAJOR INJURED :
# parkir semua motor di lokasi aman (ditunggui salah satu peserta bila perlu)
# semua peserta mengamankan TKP dan atur lalin
# Sp memberikan tanda kepada klotur berikutnya
# evakuasi dipimpin langsung oleh RC
# RC broadcast berita dan
# wajib stop touring

IX. BILA TERJADI MOGOK :
# klotur emergency stop
# ditangani oleh peserta yang mengerti
# RC cari bengkel terdekat bila tidak bisa ditangani peserta
# antar dan kawal motor ke bengkel terdekat

X. HAND CODE (KODE TANGAN)
– gunakan hanya tangan kiri
– ancungan jempol = konfirmasi tanda siap berangkat tanda ; salam brotherhood
– satu jari = bentuk barisan konvoi menjadi satu kolom
– dua jari = bentuk barisan konvoi menjadi dua kolom
– lima jari = konvoi bubar untuk kembali bergabung setelah melewati rintangan (macet)
– jari mengepal = siap-siap berhenti (hanya untuk stop point)
– menunjuk arah = siap-siap berbelok ke arah yang ditunjuk

XI. FOOT KODE (KODE KAKI)
– turunkan kaki kiri = menunjukan adanya lobang disebelah kiri
– turunkan kaki kanan = menunjukan adanya lobang disebelah kanan
– turunkan kedua kali = menunjukan jalanan rusak, bergelombang, marka melintang, rel kereta api

XII. HORN CODE (KODE KLAKSON)
– bunyi panjang = konfirmasi siap berangkat (hanya sweeper);
tanda klotur putus (hanya sweeper);
tanda konvoi sudah kembali komplit setelah terputus (hanya sweeper)
– bunyi berulang sering = permintaan emergency stop
– bunyi pendek dua kali = salam brotherhood

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: